Beritabaru.co Dapatkan aplikasi di Play Store

 Berita

 Network

 Partner

Alumni Simposium Pemuda SMS Warning Bupati Pohuwato, Ada Apa?

Alumni Simposium Pemuda SMS Warning Bupati Pohuwato, Ada Apa?

Berita Baru, Pohuwato – “Rebut Kemenangan Kawal Pemerintahan”. Demikianlah tema besar yang di usung oleh Simposium Pemuda di Hotel Golden Sri dalam Deklarasi Pemenangan SMS yang diselenggarakan satu hari sebelum masa tenang Pilkada Pohuwato 2019. Kegiatan yang dihadiri oleh utusan 104 Desa se Kabupaten Pohuwato tersebut terdiri dari kalangan pemuda dan mahasiswa.

Dukungan seluruh anggota Simposium Pemuda kepada pasangan SMS bukan tanpa alasan, Pada Simposium kali itu pasangan SMS berani menerima dan menandatangani point-point kesepakatan hasil pemikiran dari peserta yang sebagian besarnya adalah kaum intelektual muda (mahasiswa). Ini berarti bahwa Pasangan SMS mau bersikap akomodatif serta mampu membawa amanah dalam memimpin Kabupaten Pohuwato selama satu periode kedepan.

Alumni Simposium Pemuda SMS Warning Bupati Pohuwato, Ada Apa?

Terhitung sejak dilantik Gubernur Gorontalo pada Februari 2021; kepemimpinan SMS terbilang masih seumur jagung, mengingat saat ini adalah awal perjalanan SMS, alumni Simposium berinisiasi untuk mengingatkan pasangan SMS agar lebih jeli dalam menjalankan pemerintahan. Alumni Simposium sangat meyakini bahwa pasangan SMS sangat memerlukan “Pengawalan” dalam setiap pelaksanaan kebijakan, persis seperti jargon deklarasi dukungan oleh Alumni Simposium kepada pasangan SMS saat perhelatan pilkada kemarin yaitu; “Rebut Kemenangan – Kawal Pemerintahan”.

Penanda tangan Nota Kesepahaman saat pelaksanaan simposium antara peserta dan bapak Saipul Mbuinga sebagai perwakilan pasangan SMS adalah bentuk kesedian pasangan SMS dalam menerima saran, kritik serta masukan yang membangun saat menjalankan amanah pemerintahan saat ini.

Saat ini polemik Pembangunan Puskesmas Taluditi yang disinyalir akan menelan anggaran lebih dari Rp. 6 Milyar tersebut berhembus kabar tak sedap. Proyek tersebut diduga bermasalah berkaitan izin galian C serta pembebasan lahan yang terinformasi belum teranggarkan.

Alumni berpendapat bahwa terhadap polemik ini, Bupati perlu menaruh perhatian serius. Karena jika polemik tersebut bermasalah dikemudian hari; dan kedepan pembangunan Puskesmas Taluditi kandas, maka akan ada masyarakat yang kecewa.

Tidak hanya mengecewakan masyarakat, alumni Simposium juga berpendapat bahwa jika tidak ditangani dengan serius, polemik ini akan menjadi kerikil dalam sepatu bagi perjalanan pemerintahan SMS. Mengingat Bapak Saipul A. Mbuinga dan kapasitasnya sebagai kepala daerah hadir secara resmi melakukan prosesi peletakan batu pertama diawal pembangunan Puskesmas tersebut.

Olehnya, alumni Simposium Pemuda berharap agar Bupati Pohuwato kedepan lebih berhati-hati dan objektif dalam mengambil kebijakan pembangunan infrastruktur di daerah ‘Bumi Panua’ tanpa ada tendensi dan intervensi dari pihak manapun.