Beritabaru.co Dapatkan aplikasi di Play Store

 Berita

 Network

 Partner

Sambut Baik Vaksin, Ini Harapan Dai Muda Pohuwato kepada Pemerintah dan Masyarakat
Ustadz. Kasim Badu,S.Pd | Ketua Himpunan Pemuda Masjid Pohuwato (Foto : Istimewa)

Sambut Baik Vaksin, Ini Harapan Dai Muda Pohuwato kepada Pemerintah dan Masyarakat

Berita Baru, Pohuwato – Vaksin Sinovac telah hadir di Provinsi Gorontalo, berbagai tanggapan dan respon pun tak bisa dielakan bertaburan di Media sosial dan Media online pemberitaan.

Kali ini pandangan itu datang dari salah satu tokoh agama atau da’i muda Kabupaten Pohuwato,  Ustadz Kasim Badu Saat dimintai tanggapnnya oleh awak media ini menyampaikan apresiasi kepada pemerintah yang telah menghadirkan vaksin untuk masyarakat.

” Upaya pemerintah memberikan vaksin kepada  masyarakat adalah hal yang baik namun tidak bisa dipaksakan” kata Kasim Badu Ketua Himpunan Pemuda Masjid (HPM) Kabupaten Pohuwato.

Tidak hanya menyampaikan apresiasi pada pemerintah, pria muda yang saat ini menjabat sebagai Ketua Yayasan Al-Izzah Pohuwato itu  juga mengharapkan kepada pemerintah harus meyakinkan masyarakat bahwa sumber vaksin ini dibuat dari bahan-bahan yang Halal serta telah di legalisasi oleh lembaga berkompeten dalam hal itu.

“Dalam perspektif islam, vaksin harus bersumber dari bahan-bahan yang baik dan halal. BP-POM dan MUI adalah lembaga yang  berkompoten untuk memastikan baik dan halalnya vaksin tersebut” Sambunya

Tambah, Kasim, satu hal yg perlu kita cermati pada pemberian vaksin ini adalah respon masyarakat yg sebagian besar menolak. Hal ini bisa dilatarbelakangi  oleh beberapa faktor :

1. Menurunnya kepercayaan masyarakat kepada pemerintah pusat.

2. Munculnya berbagai spekulasi miring terkait motiv dibalik pemberian vaksin ini seperti motiv bisnis, motiv melumpuhkan umat islam yg notabenenya sebagai  penduduk muslim terbesar dunia dan lain sebagainya (kebenaran tudingan ini masih perlu diteliti lebih detail).

3. Traumatik yang semakin kuat akibat penyebaran testimoni di media sosial oleh orang2 (yang konon katanya) sudah pernah divaksin.

“Ini menjadi tantangan pemerintah dalam pemberian vaksin” tutup Kasim, (San)