Beritabaru.co Dapatkan aplikasi di Play Store

 Berita

 Network

 Partner

Gedung Puskesmas Duhiadaa. (Foto : San)
Gedung Puskesmas Duhiadaa. (Foto : San)

Oknum Nakes Diduga Lakukan Tindak Kekerasan, Begini Penjelasan Puskesmas Duhiadaa

Berita Baru, Pohuwato – Masyarakat Kabupaten Pohuwato baru-baru ini dihebohkan dengan berita peristiwa memperhatikan terhadap kondisi layanan kesehatan masyarakat di Kecamatan Duhiadaa, Pohuwato.

Berdasarkan informasi yang wartawan media ini dapatkan terjadi perselisihan dan percek-cokan antara tenaga kesehatan di Puskesmas Duhiadaa yang berakibat pada dugaan kekerasan dan berimbas pada rana hukum.

Saat ditemui di Puskesmas Duhiadaa, Pihak salah satu pegawai dikantor tesebut, memberikan keterangannya terkait insiden dugaan tindak kekerasan tenaga kesehatan (Nakes) yang betugas di Puskesmas.

Jefri Manopo selaku Kepala Tata Usaha Puskesmas Duhiadaa mengatakan bahwa, dugaan tindak kekerasan tersebut benar terjadi. Namun menurutnya, kekerasan dimaksud tidak pada tindakan pemukulan.

“Jadi mereka berdua ini saya undang untuk menyelesaikan masalah. Kita Puskesmas Duhiadaa masih masa transisi dari kepala puskes lama ke yang baru. Saya diminta memediasi. Mereka datang dan menjelaskan,” terang Jeri mengawali ketika ditemui sejumlah awak media pada Kamis (14/4/2022).

“Saya pikir tidak akan ada gerakan apa-apa. Tiba-tiba MD (diduga pelaku) langsung mengayunkan tangannya ke arah WM (diduga korban). Kalau saya bahasakan itu bukan pemukulan. Kalau bahasa Gorontalo bilang itu dikokoto. Kalau bagi saya itu tidak terlalu sakit,” katanya lagi.

“Kalau mau bahasakan pemukulan, ya itu memang terjadi karena tangannya sampai. Kalai tingkat kerasnya pukulan itu tidak seperti yang ditakutkan. Saya juga menyayangkan kejadian itu. Jadi intinya masalah ini sebenarnya bisa diselesaikan.

Kalau kita dari pihak Puskesmas sudah berusaha tidak dilapor ke Polisi. Cuman keputusan terakhir kan ada di mereka keluarga WM,” tutup Jeri.

Sementara itu MD ketika dikonfirmasi membantah adanya dugaan pemukulan terhadap rekannya. “Saya tidak bapukul pak. Itu bukan pemukulan. Saya tidak bapukul cuma bajitak. Saya begitu karena saya emosi. Karena masalah pribadi saya diumbar. Saya emosi jadi saya langsung bagitu,” terangnya.

“Saya pun tidak menjambak dia (WM) tapi cuma batarik di jilbab. Saya mau berdamai tapi yang ini (WM) tidak mau berdamai,” tukas MD. (*)