Berita

 Network

 Partner

Siap Ikut Debat, Cawabup Zunaid Tantang Pesaingnya Beradu Tanpa Teks
Zunaidi Z. Hasan Calon Wakil Bupati Pohuwato berpasangan dengan Iwan S. Adam (Ber-Iman) Foto : Istimewa

Siap Ikut Debat, Cawabup Zunaid Tantang Pesaingnya Beradu Tanpa Teks

Berita Baru, Pohuwato – Menjelang pelaksanaan debat kandidat kedua yang  Zunaidi Z. Hasan, Calon Wakil Bupati (Cawabup) dari pasangan Ber-IMAN mengajukan sebuah tantangan kepada para pesaingnya.

Adapun pelaksanaan debat tahap dua akan mempertemukan Calon Wakil Bupati Pohuwato, Zairin T. Maksud, Mizwar Yunus, Zunaidi Z. Hasan, dan Suharsi Igirisa, di Gorontalo Convention Center, Kota Gorontalo, pada Sabtu (21/11) pukul 19.30 Wita.

Tantangan yang di ajukan dirinya yakni, tidak menggunakan teks saat debat kandidat Cawabup tahap kedua nanti.

Debat kandidat sejatinya adalah ajang pembuktian kualitas dan kuantitas seorang calon pemimpin, serta menguji seberapa jauh para calon memahami dan menguasai visi misi mereka dalam rangka membangun daerah ke arah yang lebih baik.

Berita Terkait :  Iwan Adam Imbau Tim Pemenangan, Relawan Simpatisan Wujudkan Pilkada Aman dan Damai

“Penggunaan teks pada debat itu sah-sah saja, sepanjang itu digunakan untuk membaca data-data detail berupa angka-angka yang mungkin agak sulit untuk diingat”, Ujar Zunaidi.

“Namun ketika teks sering kali digunakan terutama dalam memaparkan gagasan maupun menjawab pertanyaan panelis atau pun calon lain itu kan agak aneh dilihat,” Jelas Zunaidi.

Seorang calon pemimpin menurut Zunaidi harusnya sudah siap secara lahir dan bathin, mampu menerangkan kepada publik dengan jelas dan tegas tentang apa yang akan dilakukannya untuk kemajuan daerah dan kesejahteraan rakyat.

“Jika hanya bergantung pada isi teks, maka bisa dipertanyakan lagi penguasaan calon tentang materi debat, visi-misi, serta gagasan dan konsep yang dimiliki dalam membangun daerah,” Tutur Zunaidi.

Berita Terkait :  Mulai Bergerak, PKS Sodorkan 4 Nama Maju Pilgub Gorontalo 2024

Cawabup Zunaidi Z. Hasan juga menambahkan, “Saya pikir semua calon pasti menguasai visi misi mereka masing-masing, karena hal itu lahir untuk kepentingan masyarakat pasti akan terus terpatri di dalam hati dan kepala para calon pemimpin itu sendiri,” Pungkas Zunaidi. (**)