Beritabaru.co Dapatkan aplikasi di Play Store

 Berita

 Network

 Partner

Hadiri FGD, Bupati Syarif Sentil Problem Isbat Nikah Sampai Gema Panua Terhenti Karena Covid

Hadiri FGD, Bupati Syarif Sentil Problem Isbat Nikah Sampai Gema Panua Terhenti Karena Covid



Berita Baru, Pohuwato – Bupati Kabupaten Pohuwato, Syarif Mbuinga menghadiri acara  Forum Groub Diskusi (FGD) tentang Pencatatan Perkawinan Untuk Pemenuhan Hak Perempuan dan Anak. Selasa (22/11)

Dalam acara itu ada beberapa hal yang disampaikan oleh Bupati Syarif, diantaranya mengapresiasi Forum Puspa dalam rangka membantu pemerintah dalam melakukan pendampingan terhadap permasalahan yang terjadi di Kabupaten Pohuwato khususnya bagi kaum perempuan dan anak-anak untuk mendapatkan pendampingan.

“Ijinkan saya untuk menyampaikan apresiasi dan penghargaan yang sebesar-besarnya,  kita telah hadir untuk memberikan satu perhatian terhadap hari Ibu, selamat untuk hari Ibu dan juga kaitan dengan kegiatan yang dilaksanakan hari ini” ujar Bupati Syarif

Bupati Syarif juga mengatakan bahwa secara nasional, Pohuwato masuk peringkat kedua perekaman e-KTP yang zero (nol) “alhamdulillah, usia 17 (tujuh belas tahun) pada saat kemarin pada pelaksanaan pemungutan suara” pungkas Syarif

Tambah Syarif, muda bagi pemerintah untuk konsen dan tuntas perekaman e-KTP karena yang melakukan cepat pemerintah melalui dinas catatan sipil  “bahwa program isbat nikah, merupakan program saya sudah lama ,  copyright jumlahnya kecil. Kenapa, mengeksekusi pemberian kartu nikah itu semata bukan menjadi domain kewenangan pemerintah kabupaten melalui OPD teknis” tungkas Bupati dua periode itu.

Disitu ada lintas kementerian dan lembaga yang bertanggung jawab “dimana kementerian Agama memilki peran luar biasa terhadap permasalahan status legal, sah rumah tangga yang ada, OPD teknis ada didalamnya Capil, Pemberdayaan Perempuan yang turut berperan” jelas Syarif

Syarif juga menepik ketika diturunkan kebawah ada kantor urusan agama (KUA), ada penghulu pencataran nikah “perangkat sistem yang ada sampai kebawah ini yang sedikit membuat ada kesulitan dalam mempersatukan menyikapi permasalahan ini, disinilah kita gelar FGD,  konsepsi seperti apa yang harus kita lakukan, agar mereka yang 6.700, tidak mungkin saya yang tinggal satu bulan bisa menuntaskan ini” kata Bupati yang akan mengakhiri masa jabatan pada awal 2021 mendatang.

Perlu diketahui Program Gerakan Bersama Pelayanan  Untuk Semua (GEMA PANUA) terhenti kurang lebih satu tahun belakangan di akhir kepemimpinan Bupati Syarif Mbuinga-Amin Haras (SYAH).  (**)