Beritabaru.co Dapatkan aplikasi di Play Store

 Berita

 Network

 Partner

Bupati Saipul dan BSKDA Sulut Bahas Konservasi Kawasan Tanjung Panjang
Pemerintah Daerah Kabupaten Pohuwato bersama BKSDA Sulawesi Utara, (Foto : Humas)

Bupati Saipul dan BSKDA Sulut Bahas Konservasi Kawasan Tanjung Panjang

Berita Baru, Pohuwato – Bupati Pohuwato, Saipul A. Mbuinga mengikuti rapat koordinasi bersama pihak Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA), Sulawesi Utara, Ashari DG. Masiki.

Turut hadir dalam pertemuan itu Assisten Perekonomian dan Pembangunan, Fikri Adam, Kepala Baperlitbang, Irfan Saleh dan Kepala DLH, Bahari Gobel. Kegiatan berlangsung di ruang kerja Bupati Pohuwato, Kamis, (23/12).

Pertemuan itu dilakukan dalam rangka pemulihan ekosistem di kawasan cagar alam oleh BKSDA Sulut yang rencananya akan melakukan penanaman mangrove di cagal alam tanjung panjang di Kecamatan Randangan.

Bupati Pohuwato, selaku pemerintah daerah, Saipul menyambut baik langkah yang dilakukan oleh BKSDA, Sulut dengan akan melakukan penanaman mangrove di cagar alam tanjung panjang.

Karena pemulihan ekosistem mangrove khsusunya sangat diharapkan dalam rangka untuk menjaga ekosistem kelautan serta manfaat dari mangrove itu sendiri.

Diakui bahwa cagar alam tanjung panjang perlu untuk dijaga dari kerusakan, olehnya apa yang dilakukan ini sangat didukung dan berharap rencana ini bisa terealisasi di tahun 2022.

“Kami sangat mendukung penuh langkah baik ini, kita bersama-sama menjaga ekosistem kelautan terutama fungsi dari mangrove itu sendiri untuk kehidupan manusia dan kehidupan biota laut”,jelas Bupati Saipul.

Sementara itu pihak, BKSDA Sulut, Ashari menjelaskan pertemuan dengan bupati pohuwato tidak lain untuk koordinasi terkait cagar alam tanjung panjang yang Alhamdulillah pak bupati sangat mendukung apa yang akan dilakukan.

Menurutnya, saat ini di tanjung panjang pihaknya sedang mengidentifikasi luasan areal yang akan ditanam mangrove dalam rangka pemulihan ekosistem mangrove

“Tahun ini kita menyusun rancangan teknis seluas 25 haktare dengan akan melakukan penanaman di tahun 2022. Program ini sangat bersentuhan langsung dengan masyarakat yang ada, ini juga dalam rangka pemulihan ekonomi nasional,” jelasnya.

Lanjut Ashari, pada penanaman mangrove murni dilakukan oleh kelompok masyarakat, jadi kita akan bentuk kelompok masyarakat dan mereka yang langsung menanam. Kemarin teman-teman lapangan sudah melakukan pembentukan kelompok sebanyak 30 orang yang akan kita berdayakan nanti.

” Artinya, disamping menanam, mereka akan diberi upah kerja melalui rekening masing-masing,”pungkasnya. (HMS).