Beritabaru.co Dapatkan aplikasi di Play Store

 Berita

 Network

 Partner

TAF
Bupati Rejang Lebong, Syamsul Effendi menyampaikan materi dalam diskusi bertajuk Belajar dari Rejang Lebong Bengkulu: Mendorong dan Memperkuat Keterlibatan Perempuan dalam Pengelolaan Hutan, Selasa (7/12).

Bupati Rejang Lebong Optimis Pengelolaan Hutan Terus Berkelanjutan

 Ads DPRD Pohuwato

Berita Baru, Jakarta – Bupati Rejang Lebong, Syamsul Effendi mengatakan bahwa pihaknya berkomitmen untuk memastikan pencapaian pembangunan berkelanjutan yang telah disepakati pemimpin dunia, termasuk Indonesia.

“Pemerintah daerah memiliki peran strategis dalam pencapaian pembangunan berkelanjutan,” ujarnya saat menjadi penanggap dalam acara Belajar dari Rejang Lebong, Bengkulu: Mendorong dan Memperkuat Keterlibatan Perempuan dalam Pengelolaan Hutan, Selasa (7/12).

Menurutnya, peran pemerintah tersebut yaitu memastikan dokumentasi, pelayanan publik dan indikator tindakan baik dengan tiga dimensi yakni sosial, ekonomi serta kelestarian lingkungan.

“Keterkaitan ketiganya sangat erat. Oleh karena itu memerlukan komitmen dan kerja sama yang baik dari pemangku kebijakan yaitu pemerintah, tenaga ahli serta organisasi masyarakat,” kata Syamsul Effendi.

Menurutnya, luasnya kawasan hutan Balai Besar TNKS yang ada di wilayah Rejang Lebong memiliki keterikatan dan keterkaitan yang kuat dengan masyarakat sebab hal tersebut sudah berlangsung sejak bertahun-tahun lamanya.

“Sebab, hutan tidak hanya mencukupi kebutuhan dasar masyarakat sekitar, seperti air, wisata alam dan kebutuhan kampung. Lebih dari itu, yaitu mencukupi kebutuhan ekonomi masyarakat sekitar hutan melalui pemanfaatan sumber daya hutan,” tuturnya.

Syamsul Effendi melihat potensi-potensi tersebut merupakan sebuah tantangan dalam proses pengelolaan hutan agar berdampak berkelanjutan. “Pada prinsipnya, kita semua harus bersinergi bagaimana kita mengelola, mengawasi sekaligus memanfaatkan hutan,” imbuhnya.

Diakhir sambutannya, Bupati Syamsul Effendi berharap keterlibatan semua pihak mulai dari pemerintah, organisasi masyarakat hingga kaum perempuan dapat saling bekerjasama untuk memanfaatkan hasil hutan dengan tetap menjaga kelestarian dan keberlanjutan.

“Dengan pola kemitraan ini, disisi lain bapak ibu ada perlindungan, ibu-ibu masyarakat juga diberi kepercayaan. Dan hutan dapat dimanfaatkan sesuai dengan aturan-aturan yang berlaku,” tukasnya.

Selain itu, dalam Talk Show itu juga dilakukan penandatanganan perjanjian kerjasama kemitraan konservasi oleh Balai Besar TNKS dengan KPPL Sumber Jaya, dan Balai TNKS dengan KPPL Sejahtera.