
Rela Datang Ke Pohuwato, Pria Sulteng Ini Cari Istrinya Yang Hilang

Berita Baru, Pohuwato – Salah seorang Pria bernama Hendrik Said (46), asal Desa Belang-belang, Kabupaten Parigi Moutong (Parimo), Sulawesi Tengah, sampai rela datang ke Kabupaten Pohuwato, Provinsi Gorontalo, demi mencari sang istri.
Dari pengakuan pria malang ini, sang istri atas nama Najmin Dolu (45) nama panggilan Undo, hilang selama beberapa minggu ini.
Ceritanya, kala itu Ia ditemani sang istri, pergi untuk naik ke lokasi Tambang yang ada di Sulteng sekitar pukul : 04.30 Wita. Kemudian, mereka mempersiapkan barang-barang dan bekal, sebelum naik ke atas Lokasi.
“Tapi pas saya balik, Tiba-tiba istri saya sudah tiada. Padahal cuman saya tinggal sebentar untuk menunggu pas saya sementara sendok nasi,” ungkap Hendrik pada wartawan, menceritakan kronologi singkat. Sabtu, (27/03/2021).
Karena khawatir, dirinya lalu mencari keberadaan sang istri yang pergi tanpa pamit.
“Sampai saya tanya pada warga sekitar, namun mereka mengaku tidak ada yang melihat,” ungkap pria sapaan akrap Usman.
Bahkan, pria malang ini mengaku, sudah sampai mencari keberadaan istri, di Desa nya, Belang-belang (Parimo), tapi hasilnya nihil.
“Saya juga sudah tanya pada pihak keluarganya, kendati mereka sketika kaget, dan tidak melihat sang istri. Jadi mereka juga sekarang sementara mencari, apalagi saya sebagai suaminya yang punya tanggung jawab,” ungkap Usman.
Tak hanya sampai disitu, karena merasa cemas, dirinya keluar dari Parimo, untuk melakukan pencarian di Kota Palu. Namun tak juga ditemukan.
Seketika Ia teringat, bahwa sang istri dulu pernah bekerja di Kabupaten Pohuwato.
“Jadi saya cari sampai ke Pohuwato. Karena dulu istri saya pernah kerja disini sebagai pedagang kue. Tapi sampai dengan 1 minggu saya disini, belum juga menemukan istri saya,” ujar Usman berlinang air mata.
“Saya cuman berharap, kalau ada yang melihat tolong kasih tau sama saya, karena keluarganya sangat khawatir. Saya pun demikian yang entah bingung harus mencari kemana lagi,” harap korban meminta bantuan.
Hingga saat ini, Pria yang berprofesi sebagai penambang dan sopir itu, belum melapor pada pihak kepolisian.
“Karena kalau saya sudah melapor ke Polisi, banyak lagi permintaan yang harus dilengkapi. Sementara saya susah jika harus memenuhi panggilan, lantaran harus pulang balik dari Pohuwato ke Sulteng untuk bekerja,” tutup Usman. (TIM BBP)