
Oknum Kadus di Desa Bulangita Diduga Jadi Otak Peti di Marisa

Berita Baru, Pohuwato – Oknum aparat Desa Bulangita inisial HA alias OP diduga menjadi otak dibalik pertambangan tanpa izin (PETI) di Desa Bulangita, Kecamatan Marisa. Mirisnya, selain menjadi pengawas lapangan oknum aparat desa ini juga terindikasi sebagai salah salah satu pemilik lahan peti.
Tak hanya itu, oknum aparat Desa ini diduga kuat menjadi “tangan kanan” ACR dan PMP, cukong sekaligus pelaku peti di Bulangita. Dua pelaku peti ini hampir tak tersentuh hukum, selama menjalankan usaha peti di sejumlah lokasi di Kabupaten Pohuwato.
Bahkan disaat penertiban dari jajaran Polda Gorontalo, beberapa hari terakhir mereka tetap melakukan penambangan ilegal. Tambang ilegal dilokasi milik Podu OP, KSM dan KEP, 2 excavator merk Hyundai menggaruk-garuk perut Bumi di Bulangita.
Sementara disebelahnya lengan ecxavator merk Caterpillar dan Kobelco seakan mengejek penegakan hukum.
Menurut informasi yang beredar, Aco dan Pampam membendung Sungai Hutino dan Sungai Bulangita demi mengalirkan stok air ke lokasinya. “Klo tidak salah ada 8 mesin penyedot air yang dilengkapi selang gabang dengan panjang ribuan meter,” ujar salah satu masyarakat Desa Bulangita yang enggan ditulis namannya.
Tak hanya itu, oknum aparat desa ini memback-up langsung aktivitas peti kedua pengusaha ini di Bulangita. Oknum yg belakangan diketahui adalah Kepala Dusun ini cukup berani, mengingat lokasi Peti merupakan miliknya.
Meskipun sudah ada excavator merk Komatsu dan Caterpillar sudah diamankan oleh Polda Gorontalo dalam penertiban kemarin, namun dua pelaku peti ini anteng-anteng saja. Padahal lokasi peti kedua ini hanya bersebelahan dengan dua alat berat yang diamankan Polda Gorontalo.
Dengan kejadian banjir yang menerjang Desa Bulangita dan Teratai pekan kemarin, menambah daftar panjang efek dari pertambangan ilegal di ibukota Kabupaten Pohuwato.
Selain alih fungsi sungai Bulangita masih menjadi tanda tanya besar, bisakah aktivitas tambang ilegal bisa diatasi oleh penegak hukum atau hanya menjadi isu lingkungan yang akan selesai di balik meja. (Red)