Beritabaru.co Dapatkan aplikasi di Play Store

 Berita

 Network

 Partner

Beritakan Soal Gaji Dosen Berimbas Dana SPP Dikembalikan, Plt Rektor Unipo : Itu Peringatan

Beritakan Soal Gaji Dosen Berimbas Dana SPP Dikembalikan, Plt Rektor Unipo : Itu Peringatan



Iklan Idul Fitri KPU Pohuwato

Berita Baru, Pohuwato – Pelaksana Tugas (PLT) Rektor Universitas Pohuwato, Gretty Saleh, memberikan penjelasan terkait polemik yang melibatkan salah satu mahasiswa baru yang juga berprofesi sebagai wartawan di salah satu media lokal Gorontalo. 

Mahasiswa tersebut sebelumnya diberitakan mengalami pengembalian dana SPP oleh pihak kampus.

Dalam keterangannya kepada awak media, Kamis (28/08/2025), Gretty menegaskan bahwa pengembalian dana tersebut dilakukan bukan tanpa alasan.

 “Kami merasa tersudutkan karena adanya pemberitaan sepihak terhadap lembaga kami. Oleh karena itu, pihak kampus mengambil langkah untuk mengembalikan dana tersebut,” ungkapnya.

Gretty juga menepis isu yang menyebutkan bahwa gaji dosen di Universitas Pohuwato menunggak hingga enam bulan. Menurutnya, informasi tersebut tidak sepenuhnya benar.

“Kronologinya sudah pernah saya klarifikasi beberapa bulan lalu. Memang benar ada keterlambatan, tapi tidak semua dosen mengalami tunggakan enam hingga tujuh bulan. Kondisinya bervariasi, dan saat ini tinggal dua bulan yang masih dalam proses pembayaran,” jelasnya.

Ia menambahkan, keterlambatan pembayaran gaji dosen disebabkan oleh ketidakseimbangan antara jumlah mahasiswa dengan jumlah dosen di beberapa program studi.

 “Ada program studi yang mahasiswanya sedikit, tetapi jumlah dosennya mencapai lima orang. Rasio yang tidak seimbang ini menyebabkan keterlambatan pembayaran. Namun, hal ini sudah dibicarakan bersama pembina yayasan,” lanjut Gretty.

Untuk mengatasi masalah tersebut, pihak kampus bersama yayasan telah merumuskan sejumlah alternatif.

 “Ada opsi pengurangan jumlah dosen atau penambahan mahasiswa. Jika opsi itu belum bisa terpenuhi, yayasan berencana memindahkan dosen ke lingkungan kampus ICHSAN, dan mereka sudah menyetujui,” ujar Gretty.

Pihak kampus merasa tidak nyaman dengan pemberitaan yang menurut mereka kerap menyudutkan.

 “Terus terang, dengan pemberitaan yang bertubi-tubi, kami merasa seolah-olah diadu domba. Padahal, masalah gaji dosen ini sudah kami klarifikasi. Kami bukan anti kritik, hanya saja perlu dilihat secara rasional,” tegasnya.

Gretty menambahkan, kampus tetap membuka ruang komunikasi, namun menyesalkan adanya sikap yang dianggap tidak etis.

 “Ada dosen yang bahkan jarang hadir, tetapi tetap menuntut gaji. Selain itu, mahasiswa yang bersangkutan pernah kami undang ke kampus untuk klarifikasi, tapi justru mengundang kami ke kafe. Jujur, kami merasa tersinggung,” pungkasnya.

Gretty menegaskan bahwa langkah pengembalian dana SPP bukanlah bentuk Drop Out (DO), melainkan peringatan dan bagian dari proses pembinaan.

“Status DO itu ada mekanismenya, bahkan bisa sampai 14 semester sebelum keluar surat resmi. Jadi yang dilakukan kampus ini lebih kepada pembelajaran dan peringatan, bukan pengeluaran mahasiswa,” tandasnya.

Dengan demikian, pihak Universitas Pohuwato berharap isu ini tidak lagi menjadi polemik di ruang publik, serta meminta semua pihak memahami kondisi kampus dengan rasional dan objektif.